Selasa, 08 Desember 2020

UAS SIK

 Profil Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

 

Rumah sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan yang berfungsi untuk melakukan upaya kesehatan dasar, rujukan dan penunjang. Sebagai organisasi dalam bidang jasa pelayanan yang bersifat non profit dan sekaligus merupakan lembaga sosio economic, artinya rumah sakit selain memperhatikan faktor keuangan di sisi lain tetap dituntut untuk memperhatikan pelayanan yang berfungsi sosial. RSUD dr. Loekmono Hadi adalah Rumah Sakit Pemerintah tipe B Non Pendidikan yang berada di Kabupaten Kudus harus dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Untuk melaksanakan hal tersebut maka rumah sakit haruslah mempunyai kedudukan, tugas pokok dan fungsi organisasi yang jelas sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kudus.

RSUD dr. Loekmono Hadi terletak di wilayah yang tingkat lalu lintasnya tinggi dan berada di tengah kota yang padat penduduknya sehingga mempunyai aksesbility dan sangat mudah dijangkau.

RSUD dr. Loekmono Hadi mempunyai 425 TT dan memiliki fasilitas-fasilitas yang mendukung pelayanan antara lain : pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap (termasuk perawatan jiwa), pelayanan rawat intensif (meliputi ICU, PICU-NICU, HCU dan Unit Stroke), pelayanan penunjang, pelayanan gawat darurat, pelayanan hemodialisa, pelayanan farmasi, pelayanan gizi dan pelayanan ambulan.

Pelayanan Kesehatan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

Pelayanan Medis :

-         -  Dokter Umum

-          - Dokter Gigi

-          - Medical Check up

-          - Klinik Pesikologi

-          - Klinik Gizi

-          - Klinik VCT

-        -  Hemodialisa

-          - Unit Stroke

-          - HDN

Pelayanan Poliklinik Spesialis :

-          - Anak

-          - Bedah

-          - Kebidanan dan Kndungan

-          - Penyakit Dalam

-          - Syaraf

-          - THT

-          - Mata

-          - Paru

-          - Kulit dan kelamin

-          - Orthopedi

-          - Rehabilitasi Medik

-          - Urologi

-          -  Jiwa

-         - Orthodonti

-          - Kardiologi atau Penyakit Jantung

-          - Geriatri

Pelayanan Piliklinik Sub Spesialis :

-        -  Kardiologi

Pelayanan 24 jam :

-          - IGD

-          - Radiologi

-         -  Laboratorium

-          - Farmasi







 Pembangunan Kesehatan 

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Pembangunan di bidang kesehatan lebih diutamakan pada upaya pencegahan penyakit yang ditunjukan kepada masyarakat, hal tersebut sesuai dengan (UU Kesehatan RI Nomor 36 Tahun 2009) tentang kesehatan bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi, dan pemulihan kesehatan gigi oleh pemerintah daerah, dan masyarakat yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan.

Sumber : https://e-renggar.kemkes.go.id/file2018/e-performance/1-621928-4tahunan-509.pdf 



Pentingnya Mengajarkan Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak 

Menjaga kesehatan anak secara keseluruhan adalah hal yang penting dilakukan, termasuk kesehatan Gigi dan mulut. Sayangnya, tidak banyak orangtua yang sadar bahwa anak-anak mungkin perlu diajarkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Banyak orangtua yang menganggap bahwa menyikat gigi saja sudah cukup.

Menjaga kesehatan mulut dan gigi adalah salah satu kebiasaan baik yang harus diajarkan sejak kecil. Dengan begitu, hal ini bisa menjadi kebiasaan dan membuat anak memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan hal tersebut seumur hidupnya. Nyatanya, kebiasaan ini membantu mencegah karies dan penyakit periodontal seiring bertambahnya usia.

Bahaya Menjaga Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Rutin menyikat gigi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun perlu diketahui, hal itu saja mungkin tidak cukup, apalagi pada anak-anak. Rutinitas menggosok gigi, membersihkan rongga mulut menggunakan obat kumur, dan menggunakan benang gigi ternyata masih belum efektif untuk menghindari gangguan yang terjadi pada gigi dan mulut. 

Kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja. Sebab, masalah pada gigi dan mulut bisa berakibat fatal dan memengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Infeksi pada gigi atau gusi dapat menyebar ke dalam jaringan tubuh lain. Dalam kondisi yang parah, infeksi bisa meningkatkan risiko penyakit atau gangguan pada organ lain. 

Ada beragam gangguan kesehatan gigi dan mulut yang bisa muncul jika Si Kecil tidak terbiasa menjaga kebersihan area tersebut. Risiko penyakit meningkat pada anak yang jarang menyikat gigi, mengunyah permen karet atau makanan manis secara berlebihan, serta kurang minum air putih. Nyatanya, kebiasaan-kebiasaan tersebut rentan membuat gigi dan gusi rusak.

Gigi yang rusak bisa menimbulkan nyeri, pembengkakan pada gusi, gigi berlubang, bahkan pembusukan gigi pada anak. Ada beragam jenis sakit gigi yang mungkin muncul, di antaranya: 

1.Karies Gigi

Jenis sakit ini bersifat umum dan sering terjadi pada anak. Karies gigi muncul karena ada penumpukan plak pada area gigi dan mulut. Plak merupakan bakteri atau kotoran yang menempel dan hidup di rongga mulut. Seringnya, plak muncul karena sisa makanan yang tidak dibersihkan atau tidak menyikat gigi sebelum tidur. 

2.Gingivitis

Gingivitis alias radang gusi juga bisa muncul akibat kebersihan gigi dan mulut yang tidak terjaga. Tidak berbeda jauh dengan karies gigi, radang gusi juga disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi. Infeksi ini menyebabkan gusi meradang dan membuat gusi mudah berdarah.

3.Periodontitis

Gangguan pada gusi bisa semakin parah, terutama jika anak tidak memiliki kebiasaan menyikat gigi dengan benar. Kondisi yang lebih berbahaya bisa terjadi, yaitu periodontitis. Kondisi ini merupakan infeksi gusi serius yang bisa merusak jaringan lunak dan tulang yang menyangga gigi. Gejala yang timbul sebagai tanda penyakit ini adalah bau mulut, perubahan warna gusi menjadi merah terang atau keunguan, pembengkakan dan perdarahan pada gusi.

Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/pentingnya-mengajarkan-kesehatan-gigi-dan-mulut-pada-anak

Share:

Pentingnya Mengajarkan Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak

 Pentingnya Mengajarkan Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak 

Menjaga kesehatan anak secara keseluruhan adalah hal yang penting dilakukan, termasuk kesehatan Gigi dan mulut. Sayangnya, tidak banyak orangtua yang sadar bahwa anak-anak mungkin perlu diajarkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Banyak orangtua yang menganggap bahwa menyikat gigi saja sudah cukup.

Menjaga kesehatan mulut dan gigi adalah salah satu kebiasaan baik yang harus diajarkan sejak kecil. Dengan begitu, hal ini bisa menjadi kebiasaan dan membuat anak memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan hal tersebut seumur hidupnya. Nyatanya, kebiasaan ini membantu mencegah karies dan penyakit periodontal seiring bertambahnya usia.

Bahaya Menjaga Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Rutin menyikat gigi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun perlu diketahui, hal itu saja mungkin tidak cukup, apalagi pada anak-anak. Rutinitas menggosok gigi, membersihkan rongga mulut menggunakan obat kumur, dan menggunakan benang gigi ternyata masih belum efektif untuk menghindari gangguan yang terjadi pada gigi dan mulut. 

Kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja. Sebab, masalah pada gigi dan mulut bisa berakibat fatal dan memengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Infeksi pada gigi atau gusi dapat menyebar ke dalam jaringan tubuh lain. Dalam kondisi yang parah, infeksi bisa meningkatkan risiko penyakit atau gangguan pada organ lain. 

Ada beragam gangguan kesehatan gigi dan mulut yang bisa muncul jika Si Kecil tidak terbiasa menjaga kebersihan area tersebut. Risiko penyakit meningkat pada anak yang jarang menyikat gigi, mengunyah permen karet atau makanan manis secara berlebihan, serta kurang minum air putih. Nyatanya, kebiasaan-kebiasaan tersebut rentan membuat gigi dan gusi rusak.

Gigi yang rusak bisa menimbulkan nyeri, pembengkakan pada gusi, gigi berlubang, bahkan pembusukan gigi pada anak. Ada beragam jenis sakit gigi yang mungkin muncul, di antaranya: 

1.Karies Gigi

Jenis sakit ini bersifat umum dan sering terjadi pada anak. Karies gigi muncul karena ada penumpukan plak pada area gigi dan mulut. Plak merupakan bakteri atau kotoran yang menempel dan hidup di rongga mulut. Seringnya, plak muncul karena sisa makanan yang tidak dibersihkan atau tidak menyikat gigi sebelum tidur. 

2.Gingivitis

Gingivitis alias radang gusi juga bisa muncul akibat kebersihan gigi dan mulut yang tidak terjaga. Tidak berbeda jauh dengan karies gigi, radang gusi juga disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi. Infeksi ini menyebabkan gusi meradang dan membuat gusi mudah berdarah.

3.Periodontitis

Gangguan pada gusi bisa semakin parah, terutama jika anak tidak memiliki kebiasaan menyikat gigi dengan benar. Kondisi yang lebih berbahaya bisa terjadi, yaitu periodontitis. Kondisi ini merupakan infeksi gusi serius yang bisa merusak jaringan lunak dan tulang yang menyangga gigi. Gejala yang timbul sebagai tanda penyakit ini adalah bau mulut, perubahan warna gusi menjadi merah terang atau keunguan, pembengkakan dan perdarahan pada gusi.

Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/pentingnya-mengajarkan-kesehatan-gigi-dan-mulut-pada-anak

Share:

Pembangunan Kesehatan

 Pembangunan Kesehatan 

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Pembangunan di bidang kesehatan lebih diutamakan pada upaya pencegahan penyakit yang ditunjukan kepada masyarakat, hal tersebut sesuai dengan (UU Kesehatan RI Nomor 36 Tahun 2009) tentang kesehatan bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi, dan pemulihan kesehatan gigi oleh pemerintah daerah, dan masyarakat yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan.

Sumber : https://e-renggar.kemkes.go.id/file2018/e-performance/1-621928-4tahunan-509.pdf 

Share:

Profil Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus



Profil Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

 

Rumah sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan yang berfungsi untuk melakukan upaya kesehatan dasar, rujukan dan penunjang. Sebagai organisasi dalam bidang jasa pelayanan yang bersifat non profit dan sekaligus merupakan lembaga sosio economic, artinya rumah sakit selain memperhatikan faktor keuangan di sisi lain tetap dituntut untuk memperhatikan pelayanan yang berfungsi sosial. RSUD dr. Loekmono Hadi adalah Rumah Sakit Pemerintah tipe B Non Pendidikan yang berada di Kabupaten Kudus harus dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Untuk melaksanakan hal tersebut maka rumah sakit haruslah mempunyai kedudukan, tugas pokok dan fungsi organisasi yang jelas sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kudus.

RSUD dr. Loekmono Hadi terletak di wilayah yang tingkat lalu lintasnya tinggi dan berada di tengah kota yang padat penduduknya sehingga mempunyai aksesbility dan sangat mudah dijangkau.

RSUD dr. Loekmono Hadi mempunyai 425 TT dan memiliki fasilitas-fasilitas yang mendukung pelayanan antara lain : pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap (termasuk perawatan jiwa), pelayanan rawat intensif (meliputi ICU, PICU-NICU, HCU dan Unit Stroke), pelayanan penunjang, pelayanan gawat darurat, pelayanan hemodialisa, pelayanan farmasi, pelayanan gizi dan pelayanan ambulan.

Pelayanan Kesehatan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

Pelayanan Medis :

-         -  Dokter Umum

-          - Dokter Gigi

-          - Medical Check up

-          - Klinik Pesikologi

-          - Klinik Gizi

-          - Klinik VCT

-        -  Hemodialisa

-          - Unit Stroke

-          - HDN

Pelayanan Poliklinik Spesialis :

-          - Anak

-          - Bedah

-          - Kebidanan dan Kndungan

-          - Penyakit Dalam

-          - Syaraf

-          - THT

-          - Mata

-          - Paru

-          - Kulit dan kelamin

-          - Orthopedi

-          - Rehabilitasi Medik

-          - Urologi

-          -  Jiwa

-         - Orthodonti

-          - Kardiologi atau Penyakit Jantung

-          - Geriatri

Pelayanan Piliklinik Sub Spesialis :

-        -  Kardiologi

Pelayanan 24 jam :

-          - IGD

-          - Radiologi

-         -  Laboratorium

-          - Farmasi







Share:

Senin, 07 Desember 2020

Dental Health

 

Karang Gigi

 


Definisi

Karang gigi atau “kalkulus gigi” adalah timbunan plak gigi yang mengeras dan menumpuk sedikit demi sedikit.Plak gigi adalah tumpukan sisa makanan yang telah terkontaminasi bakteri dan menempel pada permukaan gigi yang kemudian mengeras menjadi karang gigi. Biasanya karang gigi timbul karena sikat gigi yang kurang bersih. Jika tidak dibersihkan, maka plak tersebut dapat menyebabkan karan gigi. Kecepatan pembentukan karang gigi pada setiap orang umum berbeda-beda tergantung pada kadar pH air liur.

Karang gigi merupakan salah satu masalah gigi yang paling sering dimiliki banyak orang dan dapat muncul pada segala usia, mulai dari anak-anak dan akan semakin meningkat risikonya seiring bertambahnya usia. Biasanya karang gigi terbentuk di atas garis gusi atau permukaan gigi yang tampak di rongga mulut. Karang gigi bisa berwarna putih, kuning kecoklatan, hingga hitam. Semakin pekat warna karang gigi, maka semakin banyak pula plak yang menumpuk di gigi. Karang gigi juga memiliki tekstur yang terasa kasar ketika diraba menggunakan lidah. Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama dan tidak ditangani dengan tepat, gigi dan gusi berisiko tinggi mengalami kerusakan.

Akibat

Dibandingkan dengan masalah gigi lainnya, kebanyakan orang seringkali menyepelekan kemunculan karang gigi. Bahkan tidak sedikit pula yang justru tidak mengetahui keberadaan karang di giginya sama sekali. Padahal karang gigi dapat menyebabkan berbagai masalah, di antaranya:

1.      Karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan gingivitis, alias peradangan pada gusi. Jika dibiarkan terus berlanjut, akan menyebabkan periodontitis alias penyakit periodontal.

2.      Karang gigi yang dibiarkan menumpuk juga bisa menyebabkan bau mulut.

3.      Karang gigi yang menumpuk dapat menyebabkan gigi berlubang.

4.      Perubahan warna gigi.

Perawatan

Karena karang gigi adalah akumulasi dari penumpukkan plak yang mengeras maka membersihkan karang gigi tidak cukup jika dengan sikat gigi saja. Pembersihan karang gigi hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi dengan prosedur scaling. Karang gigi dibersihkan dengan alat khusus yang bernama scaler. Scaler bekerja dengan getaran ultrasonik yang pada bagian ujungnya yang berbentuk agak runcing. Dengan bentuknya yang meruncing di ujung, alat ini mampu membersihkan karang yang ada di sela-sela gigi hingga bagian terdalam yang mungkin sulit dijangkau dengan sikat gigi.

Proses scaling tidak memakan waktu lama, biasanya berkisar dari setengah jam hingga satu jam. Tergantung pada seberapa banyak karang gigi. Saat dilakukan scaling, bukan tidak mungkin akan timbul pendarahan pada gusi dan rasa nyeri. Hal ini terjadi karena gusi yang tertutup karang gigi mengalami peradangan sehingga mudah berdarah.

Pencegahan

Cara mencegah terbentuknya karang gigi:

1.      Sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar dan durasi yang cukup.

2.      Menggunakan dental floss atau benang gigi.

3.      Hindari merokok.

4.      Kurangi makanan yang manis.

5.      Rutin periksa gigi ke dokter gigi 6 bulan sekali.

6.      Rutin scaling gigi setiap 6 bulan sekali









Share:

Hobby

 Hobby

Assalamualaikum Teman

Salam kenall semua,

    Aku mau cerita sedikit tentang hobbyku ya, jadi aku punya hobby trevelling seperti orang tuaku. Aku suka jalan-jalan di tempat yang paling aku suka pantai, gunung pokoknya yang berbau alam. Kenapa aku suka jalan yang berbau alam karena aduhh pokoknyaa adem nyaman dan tenang rasanya wkwk. Biasanya aku trevelling bersama keluarga dan teman-temanku kuliah. Tapi lebih seru si kalo trevelling bersama teman wkwk.

Jakarta 

    Aku lebih sering trevelling dengan motor apalagi sama temanku. Asal ada uang hayuk lah pokoknya wkwk. Banyak kota yang sudah kami datangii yaitu Wonosobo, Kendal, Bumiayu, Jogja, Solo, Kediri, Blora, Rembang wahh pokoknya banyakk dehh.

    
Jogja 



Karimunjawa 

Share:

Tentang Saya

 

Tentang Saya

Assalamualaikum Wr Wb

Hallo saya Mellyka

Berikut biodata diri saya :


Nama : Mellyka Amalia Sabrina

Jenis Kelamin : Perempuan

TTL : Jepara, 20 November 1998

Agama : Islam

Tinggi / Berat Badan : 167 / 60 kg

Alamat : Jl. Kabul RT 04 RW 06 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara.

Email : mellykaamalia17@gmail.com

Hobby : Trevelling


Jenjang pendidikan

2005-2011 : SDN 1 Pecangaan

 2011-2014 : SMP N 1 Pecangaan

2014-2017 SMA : SMA N 1 Tahunan

2017 : Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang

 

Wassalamualaikum wr wb

Share:

Kamis, 22 Oktober 2020

PROPOSAL KEGIATAN UKBM

                                                PROPOSAL KEGIATAN

UKBM (UPAYA KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT)

RT 04 RW 06 DESA PECANGAAN KULON KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA

Proposal ini disusun guna untuk memenuhi praktek lapangan mata kuliah Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat

Tanggal Pelaksanaan 28 September – 6 November 2020

 

Dosen Mata Kuliah : Yodong, S.ST,M.H.Kes

 

 



 

Pelaksana

Nama   : Mellyka Amalia Sabrina

NIM    : P1337425217023

Smt      : VII

 

 

PRODI DIV KEPERAWATAN GIGI

JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

 

 

HALAMAN PERSETUJUAN

PROPOSAL KEGIATAN

UKBM (UPAYA KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT)

Proposal kegiatan UKBM ini merupakan bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat di RT 04 RW 06 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara yang dilakukan pada tanggal 28 September sampai dengan 6 November 2020, proposal ini disetujui pada tanggal :

Hari, tanggal    : Jumat, 9 September 2020

Pelaksana         : Mellyka Amalia Sabrina (P1337425217023)

 

Jepara, 9 September 2020

 

Pelaksana,

 

 

 

Mellyka Amalia Sabrina

NIM.  P1337425217023

 

 

 

 

Dosen Pembimbing,

 

 

 

Yodong, S.ST, M.H.Kes

NIP.  196512091985032003

Mengetahui,

Ketua Prodi

DIV JurusanKeperawatan Gigi

 

 

 

 

Salikun, S.Pd, M.Kes

NIP.

 

Koordinator Kemahasiswaan

DIV Jurusan Keperawatan Gigi

 

                      

 

 

Sukini. S. Si. T, M.Kes

NIP.

Menyetujui,

 

 

Ketua Jurusan

Jurusan Keperawatan Gigi

 

 

 

 

Tri Wiyatini, S.KM.,M.Kes (Epid)

NIP.197001051991012001

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 A. LATAR BELAKANG

Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi langsung dalam masyarakat. Kegiatan ini dilakukan guna memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengabdikan ilmu - ilmu yang telah di peroleh dari kampus selama pembelajaran berlangsung. Praktek kerja lapangan ini dipandang perlu karena melihat perkembangan dan pertumbuhan masyarakat terutama mengenai kesehatan gigi dan mulut yang semakin meningkat.

UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat) adalah program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya balita, batita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, PUS/WUS, remaja, untuk mempermudah penilaian maka kami menyusun cara menentukan strata UKBM, yang nanti dapat digunakan oleh petugas kesehatan ataupun kader kesehatan dalam menentukan strata UKBM. UKBM merupakan salah satu upaya (program) yang dikembangan oleh Departemen Kesehatan, yang mempunyai tujuan untuk memotivasi masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat secara mandiri.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan (UU Kesehatan no.36/2009).

Pada saat ini telah terbentuk berbagai macam bentuk UKBM yang berkembang di masyarakat salah satunya yang paling dikenal adalah Posyandu.  Adapun bentuk UKBM yang lainnya seperti Poskesdes, Polindes, Pos UKK, Poskestren, TOGA, Saka Bhakti Husada, dan lain-lain.

Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018, permasalahan gigi dan mulut di Indonesia mencatat proporsi masalah gigi dan mulut sebesar 57,6% dan keadaan ini meningkat dari Riskesdas 2013 sebesar 29,9% dan  yang mendapatkan pelayanan dari tenaga medis gigi sebesar 10,2%. Adapun proporsi perilaku menyikat gigi dengan benar sebesar 2,8%. Penduduk bermasalah pada kesehatan gigi dan mulut dalam 12 bulan terakhir berdasarkan karakteristik umur 10-14 tahun adalah sebesar 25,2%, dan hanya sejumlah 7,1% dari presentase yang belum mendapatkan perawatan tenaga medis.

Dari data tersebut menunjukan kualitas status kesehatan gigi yang masih rendah, sehingga kami selaku tim Kesehatan gigi dan mulut dari Poltekkes Semarang ingin melaksanakan sebuah program pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan dalam sebuah kegiatan praktik lapangan “Pelatihan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut dan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat” yang sekiranya diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat dan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat khususnya RT 04 RW 06 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara.

B. MASALAH

1.      Data Masalah

a.      Letak Demografi

Data Demografi

Desa Pecangaan Kulon merupakan salah satu Desa yang di Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Desa Pecangaan Kulon memiliki potensi begitu besar, diantaranya adalah adanya fasilitas pendidikan Negeri maupun Swasta. Potensi lain yang dimiliki di Desa Pecangaan Kulon yaitu adanya berbagai fasilitas kesehatan antara lain bidan desa dan dokter desa. Warga di Desa Tamansari sebagian bermata pencaharian di area pertanian, terutama pertanian padi, jagung, sayur-sayuran

b.      Data Khusus

Berdasarkan Pengambilan data pada tanggal 15 Oktober di RT 04 RW 06 Desa Pecangaan Kulon Kecamatan Pecangaan didapatkan data hasil :

1)   Kebersihan Gigi dan Mulut (OHI-S)

No

Nama

DI

CI

OHIS

Kategori

1.

Responden 1

1.3

2

3,3

Buruk  

2.

Responden 2

1

1

2

Sedang

3.

Responden 3

0,5

0,3

0,8

Baik

4.

Responden 4

0,8

0,6

1,4

Sedang

5.

Responden 5

1

0,6

1,6

Sedang

6.

Responden 6

0,6

0,3

0,9

Baik

7.

Responden 7

1

1,3

2,3

Sedang

8.

Responden 8

0,8

0,3

1,1

Baik

9.

Responden 9

0,8

0,6

1,4

Sedang

10.

Responden 10

1,3

1

2,3

Sedang

 

Rata – Rata

1,71

Sedang

 

2)   Keadaan Kerusakan Gigi Permanen (DMF-T)

No

Nama

D

M

F

DMFT

Kriteria

1

Responden 1

3

1

 

4

Sedang

2

Responden 2

1

1

 

2

Rendah

3

Responden 3

1

 

 

1

Sangat rendah

4

Responden 4

1

 

 

1

Sangat rendah

5

Responden 5

2

 

 

2

Rendah

6

Responden 6

2

 

 

2

Rendah

7

Responden 7

2

1

 

3

Sedang

8

Responden 8

1

 

 

1

Sangat rendah

9

Responden 9

2

 

 

2

Rendah

10

Responden 10

2

1

 

3

Sedang

Rata – rata

17

3

 

2,1

Rendah

 

3)   Keadaan Jaringan Penyangga Gigi (CPITN)

No

Nama

Jumlah sextan dengan kode

0

1

2

1.

Responden 1

1

1

4

2.

Responden 2

2

1

3

3.

Responden 3

4

2

-

4.

Responden 4

3

2

1

5.

Responden 5

2

4

-

6.

Responden 6

5

1

-

7.

Responden 7

1

3

2

8.

Responden 8

5

1

-

9.

Responden 9

3

3

-

10.

Responden 10

2

2

2

Jumlah

28

20

12

 

Keterangan :

0      : Sehat

1      : Ada perdarahan saat di probing

2      : Ada supragingiva / subgingiva kalkulus

4)      Hubungan (pengetahuan, sikap, tindakan) terhadap kebersihan gigi dan mulut

 

OHIS

jumlah

 

Baik

Sedang

Kurang

Pengetahuan

Baik

3

3

0

6

Sedang

0

2

1

2

Kurang

0

1

0

2

Jumlah

 

3

6

1

10

 

 

OHIS

jumlah

 

Baik

Sedang

Kurang

Sikap

Baik

2

3

0

5

Sedang

1

1

1

3

Kurang

0

2

0

2

Jumlah

 

3

6

1

10

 

 

OHIS

jumlah

 

Baik

Sedang

Kurang

Tindakan

Baik

1

2

0

3

Sedang

1

3

1

5

Kurang

1

1

0

2

Jumlah

 

3

6

1

10

 

 

2.      Prioritas Masalah

Berdasarkan data, maka didapat prioritas masalah sebagai berikut :

Tabel penentuan prioritas masalah

(Metode USG)

Masalah

U

S

G

Total

Prioritas

CPITN

4

3

2

9

III

DMF-T

4

3

3

10

II

OHIS

4

4

4

12

I

Keterangan :

Skor U = 0 - 5 (tidak penting – sangat penting)

Skor S = 0 - 5 (tidak serius - sangat serius)

Skor G = 0 - 5 (tidak berdampak – sangat berdampak)

 

C. TUJUAN

a. Tujuan umum

Meningkatkan pengetahuan, minat dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan gigi dan mulut. Sehingga dapat tercapai perilaku hidup sehat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya di wilayah RT 04 RW 06 Pecangaan kulon, Pecangaan, Jepara

b. Tujuan khusus

    1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi secara umum.
    2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis penyakit gigi dan mulut.
    3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara-cara pencegahan penyakit gigi dan mulut.
    4. Meningkatkan kemampuan masyarakat tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar.

D. NAMA KEGIATAN

Kegiatan yang akan kami selenggarakan yaitu “Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat”.

E. SASARAN KEGIATAN

Sasaran kegiatannya adalah 10 KK dari RT 04 RW 06 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara.

F. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Kegiatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat ini akan di selenggarakan pada:

Tanggal Pelaksanaan Kegiatan                : 28 September – 6 November 2020

Waktu Pelaksanaan Kegiatan                  : 09.00 WIB

Tempat Pelaksanaan Kegiatan                 : Salah satu rumah warga

 

G. PELAKSANA

SUSUNAN PELAKSANA

UKBM

RT 13 RW 11 PERUMAHAN P4A PUDAKPAYUNG, BANYUMANIK, SEMARANG

 

Pelindung

Kajur Jurusan Keperawatan Gigi              : Tri Wiyatini, SKM, M.Kes (Epid)

Ketua Prodi D-III Keperawatan Gigi       : Salikun, S.Pd, M.Kes

Penanggung Jawab

Ketua RT                                                  : Ali Syafik

Dosen Pembimbing                                   : Yodong, S.ST,M.H.Kes

Pelaksana

Pelaksana                                                  : Mellyka Amalia Sabrina


 

BAB II

KEGIATAN

A.    KEGIATAN

1. Pemaparan/MMD

2. Rencana kegiatan

3. Kegiatan

a.  Melakukan pre test dan Post Test kepada Masyarakat

b.  Mengajarkan Masyarakat cara menggosok gigi yang baik dan benar.

c.  Membimbing masyarakat untuk mencegah penyakit yang ada di rongga mulut.

d. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut oleh mahasiswa.

e.  Evaluasi hasil penyegaran materi kesehatan gigi dan mulut.

4. Monitoring

5. Evaluasi

B. METODE

1.   Untuk mendapatkan data tentang penyakit gigi dan mulut menggunakan cara screening.

2.   Penyuluhan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab.

C. PROSEDUR KEGIATAN

      a.) MMD

Berdasarkan hasil survey didapatkan hasil dari permasalahan yang terjadi, dari hasil analisa pendataan warga dapat disimpulkan bahwasanya kurangnya kepedulian serta pengetahuan terhadap resiko mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut.

Untuk mendapatkan data yang lebih valid diperlukan format pengkajian komunitas yang disusun dalam bentuk kuesioner/GoogleForm yang kemudian dianalisa untuk menentukan rencana tindakan yang akan di implementasikan.

Materi : Terlampir

b.) Kegiatan

      Waktu Kegiatan    :

Peserta MMD        : Ketua RT, Perwakilan masyarakat (10KK) dan calon kader

      Tempat                  : Conditional

Situasi Hasil Pendataan Warga RT 04 RW 06 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara

Dari hasil rekapitulasi pendataan warga yang sudah terisi didapatkan hasil skala prioritas :

Populasi

Rekapitulasi Skala Prioritas

10 KK warga RT 04 RW 06 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara

Hasil pendataan warga:

1.  Kurang pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut.

2.  Kurang pengetahuan cara pencegahan penyakit gigi dan mulut.

3.  Kurangnya pengetahuan tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar.

 

Rencana Kegiatan Sesuai dengan masalah :

Masalah

Tindakan

OHIS

Penyuluhan

DMF-T

CPITN

 

 

D. ANGGARAN

Nama Barang

Jumlah

Harga

Total

Print proposal kegiatan

2 buah

@ Rp 5.000

Rp 10.000

Print materi

1 buah

@Rp 10.000

Rp 10.000

Fotokopi Materi

10 buah

250 x 8

@ Rp 2.000

Rp 20.000

Print Kuesioner

1 buah

4000

Rp. 3.000

Foto kopi kuesioner

10 buah

250 x 5

@ 2.500

Rp. 25.000

Jumlah total

Rp 68. 000

 

E. MATRIK KEGIATAN PELAKSANA

Hari, tanggal      : Jumat, 9 Oktober 2020

Tempat                 : RT 04 RW 06 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara

No                            No

Waktu

Kegiatan

Tempat

Penanggung jawab

1.

Jumat, 9 Oktober 2020

20:00-21:00

Bimbingan dengan dosen pembimbing

Via zoom

Mahasiswa

2.

Selasa, 13 oktober 2020

Advokasi warga (10 kk) dan pendataan

Rumah warga

Mellyka Amalia Sabrina

 

PELAKSANAAN

Tanggal  : 8 Oktober – 6 November 2020

Tempat : RT 04 RW 06 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara

No

Waktu

Kegiatan

Tempat

Penanggung jawab

1.

09.00-Selesai

Advokasi (RT)

Rumah Pak RT

Mellyka Amalia Sabrina

2.

09.00-Selesai

Penyampaian materi kesehatan gigi dan mulut pada warga tentang jenis-jenis penyakit gigi dan mulut (Karies, Periodontitis, Kalkulus)

Rumah Warga

3.

09.00-Selesai

Penyampaian materi kesehatan gigi dan mulut pada warga tentang cara-cara pencegahan penyakit gigi dan mulut.

Rumah Warga

4.

09.00-Selesai

Penyampaian materi kesehatan gigi dan mulut pada warga tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar dan cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.

Rumah Warga

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Demikian proposal ini disusun sebagai pedoman bagi kegiatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat. Partisipasi dari berbagai pihak yang dapat mendukung terselenggaranya kegiatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat ini akan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, minat dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan gigi dan mulut. Sehingga dapat tercapai perilaku hidup sehat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya di wilayah RT 04 RW 06 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara. Kita semua menginginkan dengan sungguh-sungguh, agar penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan ini dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai rencana. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati langkah-langkah kita. Amin.

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Comments

3-comments

Category 4

LATEST

3-latest-65px

Total Pageviews

Cari Blog Ini

Blog Archive

Style 4

Category 5

Event more news

Header Background

Header Background
Header Background Image. Ideal width 1600px with.

Popular Posts

Text Widget

Awesome

Category 5

SEARCH

Recent Posts

3/recent/post-list

Pages - Menu

Popular

SEARCH

Blog Archive